CELEBRITY WEDDING ALIAZALEA PDF

Start your review of Celebrity Wedding Write a review Apr 16, Ulitri S rated it liked it Aliazalea itu salah satu penulis Indonesia yang entah bagaimana tapi selalu bikin novel dengan teknik atau gaya bercerita yang menarik. Something that I feel unsatisfied from this novel is that the story plot and the feeling, which are developed inside the main characters for each other, are a bit in a rush. Regardless to some flaws in this novel, which published at the first time in , the author has a talent to make a great story and a better novel, as I can read it from her next novel "Dirty Little Secret" which is published in To view it, click here. It was okay and i used to like this kind of plot so i guess 3 stars were good. It started with contract and ended with love.

Author:Brazshura Gardaktilar
Country:Peru
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):13 January 2013
Pages:41
PDF File Size:5.68 Mb
ePub File Size:12.10 Mb
ISBN:361-5-66317-527-9
Downloads:94556
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zolokree



Ina sedang berusaha sebisa mungkin menyelesaikan pekerjaannya supaya bs menghadiri acara Ultah ke Gaby besok malam. Gaby adlh keponakannya yg paling besar, anak kakak Mabel, kakak tertuanya. Dia sudah terbiasa ketinggalan acara keluarga seperti ini karena bekerja di slh satu kantor akuntan publik terbesar di Jakarta. Dgn pekerjaan yg seabrek dan jam kerja yg tdk menentu, dia bahkan bingung bagaimana dia bs bertahan di firm ini selama 6thn belakangan.

Padahal firma ini jelas sudah memperbudaknya dgn tdk memberinya kesempatan untuk bersosialisasi dgn dunia di luar pekerjaan. Dia mencoba mengingat-ingat kapan terakhir dia menghadiri acara ultah Gaby.

Tp stelah beberapa menit otaknya msh kosong, dia merasa menjadi tante paling parah di seluruh dunia ini. Tidak, tdk kali ini, ucapnya dlm hati dgn penuh tekad. Dia sudah berjanji kepada keponakannya untuk menghadiri pestanya dan dia akan memastikan bahwa dia akan menepati janji itu. Karena seseorang hanya akan merayakan ultah ke mereka sekali seumur hidup dan juga karena Gaby sudah menerornya selama beberapa hari ini untuk memastikan bahwa dia tdk lupa akan janjinya.

Ina mengerutkan dahi dan kembali menaruh perhatian kepada berkas-berkas yg baru saja diserahkan oleh salah satu seorang senior associate kepadanya. Jam di laptop sudah menunjukkan pukul tiga sore dan deretan kata dan angka yg tertera pada dokumen yg kini ada di hadapannya mulai agak kabur. Sedetik kemudian telepon kantornya berbunyi. Dia mengangkatnya dan berkata, "Inara," tanpa melepaskan tatapannya pada apa yg sedang dia baca. Meskipun semua partner punya personal assistent, tp pak Sutomo memang lbh suka untuk berbicara langsung dgnnya, terutama untuk hal-hal yg dianggapna priority.

Ina menutup laptopnya dan membawanya bersamanya. Dia berjalan keluar ruangandan memberitahu Helen, personal assistant-nya dimana dia akan berada selama satu jam ke depan. Beberapa associate dan assistant kantornya terlihat berkeliaran di sekitar Conference Room II yg berdinding kaca ketika dia akan memasuki ruangan itu.

Ina cuma mengangkat kedua alisnya melihat keadaan ini. Pada nggak pernah liat orang meeting apa? Pikirnya dlm hati sambil membuka pintu kaca itu. Kantor tempatnya bekerja memiliki delapan ruang pertemuan dgn ukuran yg berbeda-beda, Confarence Room II adalah g terkecil. Tp sbelum dia bs mencerna lbh lanjut, beliau sdh berkata-kata lagi.

Dan dia adalah Revelino Darby, penyanyi laki-laki paling berbakat, paling seksi, dan paling sering digosipkan di Indonesia. Sadarlah Ina skrg knapa banyak orang berkeliaran di sekitar ruang pertemuan ini. BAB 1 The Celebrity "Ina, tentunya kmu kenal dgn Revelino Darby, musisi paling berbakat and the most eligible bachelor in town," ucap pak Sutotmo dgn antusias.

Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tentu saja Ina, juga seluruh Indonesia, tahu siapa Revel. Playboy of the year g baru2 ini digosipkan sdh melamar Luna, pacarnya yg model dan jg selebriti wanita paling dicintai se-Indonesia itu karena mereka tertangkap basah lg shopping cincin.

Genggaman tangan Revel terasa kuat dan pasti. Ina bukanlah fans musik Revel, dlm arti dia tdk pernah beli CD-nya, tp dia tdk keberatan mendengar lagu-lagunya diputar di radio atau menonton video klipna di MTV. Sekarang Revel membiarkan rambutnya dipotong pendek, tp dulu rambutnya panjang dgn dreadlock ala Lenny Kravitz.

Biasanya dia tdk suka laki2 berkulit terlalu putih, tp dy bahkan tdk pernah memperhatikan bahwa warna kulit Revel nyaris kelihatan seperti orang albino karena dia dan hampir seluruh wanita di Indonesia yg berumur di antara 18 hingga 60 tahun sdh terlalu terkesima dgn aura Revel.

Aura yg skrg dirasakannya sedang menyerangnya dgn kekuatan penuh tanpa dibatasi oleh layar TV, alhasil dia tdk bs mengalihkan perhatiannyA dr wajah Revel. Melihat senyum itu Ina hrs mengingatkan dirinya untuk kembali bernapas. Dia sering melihat senyum itu di TV dan dia selalu berpendapat bahwa senyuman itu menarik, tetapi saat melihatnya langsung dgn mata kepalanya sendiri ternyata kata "menarik" tdk cukup untuk menggambarkan apa yg ada di hadapannya.

Ina buru2 melepaskan tangannya dr genggaman Revel dan menyalami kedua bapak itu sebelum kemudian duduk di kursi sbelah kiri pak Sutomo dan berhadapan dgn Revel. Revel menahan senyum melihat tingkah laku Ina. Beberapa detik yg lalu Ina kelihatan hampir melongo menatapnya, dan skrg justru mencoba sedaya-upaya untuk menghindari tatapannya. Revel mengambil inventori penampilan Ina, mulai dr ujung rambut hingga jari2 tangannya yg kurus, berkuku pendek, dan bebas dr cincin.

Ukuran tangan Ina kemungkinan hanya separo dr ukuran tangannya. Dengan tinggi cm, berat 75kg dan ukran sepatu 44, Revel bs dikategorikan sebagai raksasa untuk laki2 Indonesia. Meskipun begitu, tubuhnya sgt proposional dan kebanyakan orang tdk akan tahu bahwa dia setinggi ini smp mereka bertemu dengannya secara langsung. Sekali lagi Revel tersenyum pada dirinya sendiri ketika menyadari bahwa selama lima menit belakangan ini perhatiannya sedang terpaku pada tangan Ina yg kecil itu.

Sejujurnya Revel tdk menyangka bahwa "ibu Ina" yg dipuji-puji oleh Oom Bob ternyata adalah seorang wanita sebaya dirinya g berukuran superkecil, tp kelihatan super-smart dan sedikit cute kalau saja dia mau mengoleskan sedikit make-up pada wajahnya yg pucat itu. Bob Yahya, seorang pembawa acara senior yg kini merangkap sebagai pengusaha dlm berbagai bidang adalah salah satu klien terlama Ina.

Pak Bob tdk pernah bercerita kepadanya bahwa dia mengenal Revel. Lalu ia sadar bahwa pak Sutomo msh berbicara dan dia memfokuskan perhatiannya kembali pada meeting ini. Ina tertawa dlm hati. Kata2 yg lebih tepat adalah "sudah jauh melebihi batas maksimum". Dasar pak Sutomo, kalau sudah urusan bullshit paling jagonya. Dia mencoba untuk menahan senyum yg mulai terasa di sudut bibirnya karena ketika dia melirik, pak Sutomo yg sedang memandangnya dgn tajam.

Ina pun mencoba mangatur ekspresi wajahnya agar kembali serius. Selama pak Sutomo menjelaskan tentang latar belakang Ina, Revel membisikkan sesuatu pada pengacaranya. Ina sempat ternganga mendengarnya. Tdk pernah ada orang yg berani membantah pendapat pak Sutomo, atau menggunakan nada bicara sperti itu dgn beliau.

Revel memandanginya dgn tatapan yg tdk bs dibaca. Dia sudah bersiap-siap untuk membela kedudukan pak Sutomo, tp beliau telah membaca gelagatnya dan mencoba untuk menengahi. Apa kmu mampu? Mampu sih mampu, cuma masalahnya adalah apakah dia mau.

Karena kalau kumlah kliennya ditambah lagi, itu brarti dia akan semakin tdk memiliki kehidupan di luar kantor. Dia menarik napas dalam2 dan menatap mata Revel. Revel agak terkejut ketika sadar bahwa Ina sedang menatapnya bulat2. Lain dgn tatapan byk wanita yg baru pertama kali bertemu dengannya, tatapan Ina tdk terlihat flirty atau malu-malu. Revel mengerutkan dahi, sedikit bingung dan kesal karena Ina spertinya tdk bereaksi sperti wanita pada umumnya, dan Ina menginterpretasikan tatapan Revel sebagai suatu ejekan, dan dia langsung mengemukakan pendapatnya.

Revel hampir saja tertawa terbahak-bahak melihat permainan emosi pada wajah Ina yg pada detik itu tahu bahwa dia baru saja dihina oleh dirinya.

Tentunya sebagai seorang profesional, Ina hanya tersenyum dan menggangguk. Revel mengharapkan Ina akan memakinya dan agak sedikit kecewa ketika dia menyerah begitu saja. Ternyata enak jg, kemudian dia melanjutkan, " Sebagai account holder, kami ada batas maksimum jumlah klien yg bs kami pegang, karena kami ingin memastikan bahwa stiap klien mendapatkan perhatian dan perlakuan yg sama Ina melirik ke arah pak Sutomo dan beliau langsung masuk kembali ke dalam pembicaraan.

Kami tadinya sudah bersedia settle dgn akuntan publik lain, tp atas rekomendasi dr pak Bob, kami memilih firm ini. Tp klo misalna permintaan ini tdk bs dipenuhi, kami bs cari akuntan publik lain. Diskusi antara pak Sutomo dan pak Siahaan pun berlanjut, membicarakan nasibnya sebagai account holder Revel, seakan-akan dia tdk ada di dalam ruangan itu bersama mereka. Dia memperhatikan Revel yg kini terlihat agak bosan, dan diatdk bs menyalahkannya. Jujur saja, klo dia sendiri stuck di dalam percakapan yg sama sekali dia tdk mengerti, dia pasti sudah memaparkan wajah yg tdk jauh dr wajah Revel skrg.

Ina benar, Revel bosan dgn meeting ini. Dia tdk mengerti knapa pak Danung bersikeras bahwa dia harus ikut padahal dia akan merasa lbh produktif klo sekarang mengurung dirinya di studionya untuk merampungkan aransemen lagu yg baru ditulisnya semalam. Revel melihat Ina menyandarkan punggungnya ke kursi dan kelihatan agak2 khawatir. Entah apa yg dipikirkannya. Jarum jam tangan Ina sudah mendekati angka empat. Dia mulai memikirkan semua pekerjaan yg msh harus dia selesaikan sbelum meninggalkan kantor.

Lima belas menit kemudian meeting itu blm selesai juga. Ketika dia melirik jam tangannya untuk yg ketiga kalina dlm kurun waktu stengah jam, Revel menegurnya. Pak Sutomo dan pak Siahaan langsung terdiam dan menatap Ina.

Ina memutar otaknya, mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu dan tdk dapat menemukan kata2 yg tepat. Untungnya pak Sutomo menyelamatkannya sbelum dia mulai menyuarakan beberapa kata yg ada di kepalanya. Saya yakin kita bs work something out. Wait a second. Apa aku tdk akan diberi kesempatan untuk menyuarakan pendapatku?

Ina mengumpat dlm hati. Sudah bikin janji, padahal aku tdk tahu dimana kantor Revel, lanjut Ina mengomel dlm hati. Yg lebih penting lagi, knapa juga mereka menyebutnya sebagai "kantor Revel" seakan2 Revel-lah pemilik kantor itu. Besok juga boleh," jwb pak Danung, untuk pertama kalinya mengeluarkan suara. Tanpa bs menahan diri, Ina sudah berbicara. Mungkin karena nadanya atau mungkin karena bantahannya, dia tdk tahu.

Ina menggigit lidahnya. Apa dia ada rencana dgn pacarnya? Nggak, nggak mungkinsuami, dia tdk mengenakan cincin kawin.

BOREAL CORDILLERA ECOZONE PDF

NOVEL ALIAZALEA CELEBRITY WEDDING PDF DOWNLOAD

Mijar Segala isu dan sindiran sinis pun ditunjukkan padanya dari berbagai pihak aliazaela ia memutuskan untuk menunda launching single terbarunya. But, something makes me uncomfort is the pronoun. Jul 20, Defi Arika rated it it was amazing. Kawin kontrak yang berujung novel aliazalea celebrity wedding kedua pihak saling jatuh cinta. To ask other readers questions about Celebrity Weddingplease sign up. Semua karya Alia, saya suka! Saya pribadi menyukai alur dan konflik yag diberikan oleh sang penulis, saya menyukai narasinya yang panjang.

EVA ILLOUZ PORQUE DUELE EL AMOR PDF

Celebrity Wedding Aliazalea

.

KEYENCE DD860 PDF

Celebrity Wedding by AliaZalea

.

Related Articles