ANTIPSIKOTIK ATIPIKAL PDF

Shakazragore Yang paling minimal menurunkan ambang kejang adalah obat anti-psikosis Haloperidol. Dibandingkan terhadap psikotropik yang lain, clozapine menunjukkan efek dopaminergik rendah, tetapi dapat mempengaruhi fungsi saraf dopamin pada sistem atipikall otak, yang berhubungan dengan fungsi emosional dan mental yang lebih tinggi, yang berbeda dari dopamin neuron di daerah nigrostriatal daerah gerak dan tuberoinfundibular daerah neruendokrin. Rangkaian penelitian jangka panjang telah melahirkan sejumlah antipsikotik yang bervariasi keefektifan dan efek sampingnya, termasuk penemuan aripiprazolesebuah antipsikotik yang hingga kini dianggap sebagai paling minim efek samping. Nigrostriatal Pathways 9 Jalur ini berproyeksi dari substansia nigra menuju ganglia basalis. Namun antipsikotik generasi kedua dan setelahnya, seperti clozapine, risperidone, quetiapine, dan olanzapine, juga bukan obat yang bebas efek samping.

Author:Kakus Kilkree
Country:Morocco
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):15 December 2007
Pages:11
PDF File Size:7.48 Mb
ePub File Size:8.33 Mb
ISBN:251-3-82573-881-1
Downloads:26789
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tet



Share Link Penderita gangguan mental sering mengalami halusinasi yang sebenarnya tidak nyata Pernahkah Anda mendengar orang yang mengalami halusinasi, seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata?

Sebenarnya, orang yang benar-benar mengalami halusinasi, harus mendapatkan penanganan. Sebab, halusinasi merupakan salah satu dari kumpulan gejala serius, yang masuk dalam kondisi psikosis atau gangguan psikotik. Gangguan psikotik sering dialami oleh orang-orang yang mengalami gangguan mental tertentu. Misalnya, kondisi skizofrenia , gangguan bipolar, hingga psikosis pospartum, pada ibu yang baru melahirkan. Penanganan kondisi psikosis tersebut dapat dilakukan, dengan pemberian obat-obatan.

Obat-obatan inilah yang disebut sebagai antipsikotik. Mengenal lebih dalam mengenai antipsikotik Antipsikotik, yang digunakan sebagai penanganan psikosis, dengan menghambat neurotransmiter dopamin. Dopamin merupakan salah satu neurotransmiter di otak, yang sebenarnya berperan dalam komunikasi zat kimia dalam tubuh. Pada orang yang mengalami psikosis, sinyal dopamin menjadi tidak normal.

Obat antipsikotik bekerja dengan memblokir pesan-pesan yang tidak normal tersebut. Antipsikotik terbagi atas dua golongan yang didasarkan pada tahun penemuannya. Antipsikotik dibagi menjadi antipsikotik tipikal dan antipsikotik atipikal. Antipsikotik tipikal Antipsikotik tipikal adalah obat untuk mengatasi episode psikosis, yang kerap terjadi pada penderita gangguan skizofrenia.

Pada beberapa kasus, antipsikotik tipikal juga digunakan untuk memulihkan kondisi mania perasaan gembira berlebihan , rasa gelisah, serta kondisi kejiwaan lain. Obat ini disebut juga sebagai neuroleptic atau antipsikotik konvensional, yang menjadi antipsikotik generasi pertama.

Antipsikotik mulai dikembangkan pada tahun an. Antipsikotik atipikal Antipsikotik atipikal adalah obat yang juga digunakan untuk memulihkan kondisi psikosis atau gangguan psikotik. Antipsikotik atipikal merupakan golongan antipsikotik yang lebih baru dari antipsikotik tipikal, ditemukan sekitar tahun an. Karena termasuk baru, golongan ini disebut sebagai antipsikotik generasi kedua.

Selain dopamin, antipsikotik atipikal juga dapat memengaruhi serotonin, yaitu neurotransmiter lain di otak. Keparahan efek samping antipsikotik tipikal vs. Salah satu efek samping yang dibandingkan yakni efek samping ekstrapiramidal.

Antipsikotik tipikal Antipsikotik tipikal memiliki potensi yang lebih besar, untuk menimbulkan efek samping ekstrapiramidal. Efek samping ini mengganggu sistem ekstrapiramidal di otak, yang berarti juga mengganggu sistem motorik serta koordinasi tubuh.

Efek samping esktrapiramidal karena konsumsi obat antipsikotik tipikal, dapat berupa tremor, kejang, kekakuan otot, serta hilangnya kontrol atau koordinasi pergerakan otot. Efek samping ini kadang menjadi permanen, walau konsumsi obat antipsikotik tipikal telah dihentikan.

Obat antipsikotik atipikal Berbeda dari antipsikotik tipikal, obat antipsikotik atipikal memiliki risiko yang lebih kecil, untuk menimbulkan efek samping ekstrapiramidal. Walau begitu, beberapa penelitian menunjukkan, efek samping antipsikotik atipikal tidak selalu berisiko lebih kecil dibandingkan pendahulunya. Bahkan, golongan kedua ini lebih cenderung menyebabkan diabetes tipe 2 , peningkatan berat badan, dan tardive dyskinesia gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan tubuh berulang tanpa disengaja.

Terlepas dari efek samping yang mungkin dialami penderita psikosis, antipsikotik tipikal masih digunakan dalam pengobatan lini pertama penyakit mental tertentu, juga apabila obat lain tidak efektif. Secara umum, antipsikotik potensi tinggi lebih efektif daripada yang rendah, karena potensi rendah memerlukan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai efek serupa.

Namun, hal tersebut tidak selalu terjadi. Antipsikotik tipikal bersifat individual, dan mungkin diperlukan berbagai usaha sebelum dokter menemukan kombinasi obat yang tepat. Ada banyak contoh antipsikotik tipikal, beberapa di antaranya, yakni:.

LIFCO DICTIONARY PDF

Antipsikotik: Manfaat, Dosis, Efek Samping, dll

Penyakit hati liver Ibu hamil dan menyusui Sampaikan pada dokter apabila Anda mengalami salah satu dari kondisi di atas sebelum memutuskan menggunakan obat antipsikotik. Dokter mungkin akan terlebih dahulu menangani kondisi-kondisi tersebut atau, untuk sementara waktu Anda diberikan obat alternatif pengganti antipsikotik yang lebih aman. Dosis Obat Antipsikotik Antipsikotik yang tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi ini termasuk ke dalam kategori obat resep. Itu artinya, penggunaan obat tidak bisa sembarangan dan harus di bawah pengawasan dokter. Dosis obat antipsikotik tergantung dari jenis antipsikotik yang Anda gunakan.

LA CARTOGRAPHIE DES PROCESSUS YVON MOUGIN PDF

Mengenal Antipsikotik Tipikal dan Atipikal untuk Pengobatan Psikosis

Share Link Penderita gangguan mental sering mengalami halusinasi yang sebenarnya tidak nyata Pernahkah Anda mendengar orang yang mengalami halusinasi, seperti melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata? Sebenarnya, orang yang benar-benar mengalami halusinasi, harus mendapatkan penanganan. Sebab, halusinasi merupakan salah satu dari kumpulan gejala serius, yang masuk dalam kondisi psikosis atau gangguan psikotik. Gangguan psikotik sering dialami oleh orang-orang yang mengalami gangguan mental tertentu. Misalnya, kondisi skizofrenia , gangguan bipolar, hingga psikosis pospartum, pada ibu yang baru melahirkan.

Related Articles